ada apa dengan Endang Rahayu Setyaningsih???

26 Oktober 2009 pukul 2:52 AM | Ditulis dalam politik | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Sejak perjanjian Indonesia dan AS pada 16 Januari 1970. ternyata, Namru tidak pernah berhubungan dengan Departemen Kesehatan. Kepala BIN Syamsir Siregar mengatakan: ‘Di dalam lembaga penelitian Namru ada intelijennya’ (TopikPetang ANTV, 24/4/08). Namru bekerja secara rahasia, bahkan MenKes pun dilarang masuk.

Namru adalah bagian dari Angkatan Laut AS bukan Departemen Kesehatan AS Sehingga AL dari AS bebas keluar masuk Namru tanpa pengawasan Staf Namru berkewarganegaraan AS dan diberi kemudahan serta kekebalan diplomatik layaknya diplomat Mereka dibebaskan dari pajak dan disediakan tempat tinggal oleh Pemerintah Indonesia; (3) seluruh fasilitas yang dibawa masuk untuk keperluan Namru 2 dibebaskan dari pajak. ini merugikan Indonesia. Indonesia tidak tahu apa yang mereka bawa ke luar negeri dan apa yang mereka datangkan dari luar negeri. Mereka bersikap arogan dengan alasan kekebalan diplomatik. Sejak 1998 pihak Dephan meminta Namru ditinjau ulang. Namun, aktivitasnya terus berlangsung.

Menurut Fadillah, Endang merupakan orang yang paling dekat dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru) yang baru saja ditutup 16 Oktober lalu. “Saya mohon jangan dibuka lagi (Namru),” Endang RS mengirimkan sampel virus ke luar negri tanpa seizin DepKes.

Nama Endang Rahayu Setyaningsih menjadi Menteri Kesehatan menimbulkan sejumlah pertanyaan. Pasalnya, di menit terakhir Endang menggantikan posisi Nila F Moeloek yang sebelumnya sudah menjalani uji kepatutan dan kelayakan.

“Munculnya nama Endang yang tiba-tiba itu memunculkan pertanyaan di semua orang, ini ada apa,” kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2009).

Ribka menjelaskan, informasi yang diperolehnya Nila memang termasuk orang gagal tes kesehatan.

“Saya kaget begitu tahu Endang menjadi mentri. Karena yang saya tahu itu ada lima calon menteri yang gagal di tes kesehatan, tetapi kok cuma Ibu Nila saja yang dibatalkan padahal masih ada sisanya,” tuturnya.

Ke depan, lanjut Ribka, DPR akan melakukan pengawasan ketat terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil Endang.

“Tentu kita akan mengawisi terus, karena fungsi kita sebagai pengawasan. Pokonya kalaua untuk masalah Namru, terutama kerjasama negara asing seperti Amerika, akan kita tolak,” tegasnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: