Tangkis Isu Kiamat 2012 Lapan Luncurkan Buku

14 Desember 2009 pukul 8:51 PM | Ditulis dalam Humanity | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Masyarakat dibuat resah oleh ramalan tentang datangnya hari kiamat pada tahun 2012 setelah dirilisnya film “2012” garapan rolland Emmerich. seketika itu pula berbagai tanggapan muncul baik dari kalangan agama maupun ilmuwan.

Tidak mau ketinggalan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan penjelasan tentang fenomena alam yang akan terjadi pada 2012 mendatang. Untuk itu, lembaga tersebut menerbitkan buku yang diedarkan pada para guru di sekolah-sekolah. diharapkan, para guru bisa memberikan penjelasan yang ilmiah kepada anak didik mereka sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran pemahaman.

Buku yang diterbitkan pada November 2009 itu berjudul Fenomena Cuaca Antariksa. Buku dengan tebal 35 halaman tersebut merupakan kerjasama LAPAN dengan penerbit Puspa Swara.

Cuaca Antariksa

Sebelum sampai pada pertanyaan inti mengenai benarkah bumi akan akan hancur dalam tiga tahun lagi, buku itu awalnya berbicara mengenai cuaca antariksa. Cuaca di langit jauh itu sangat berbeda dengan di bumi seperti adanya hujan dan salju. Cuaca antariksa adalah sebuah kondisi di matahari, lapisan udara magnetorfer, dan ionosfer.

Cuaca antariksa dipengaruhi oleh aktivitas matahari yang memancarkan miliaran ion partikel, plasma berenergi tinggi serta gelombang elektromagnetik. Pemahaman baru itulah yang ditawarkan Lapan untuk memahami peristiwa yang akan terjadi pada 2012. Bahwa pada tahun keramat itu yang terjadi adalah perubahan cuaca antariksa akibat meningkatnya aktivitas matahari.

Aktivitas matahari sendiri dapat berupa flare atau Corona Masa Ejection (CME). Flare didefinisikan sebagai ledakan di matahari yang memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik seperti sinar X dan Y. Radiasi itu dapat mencapai bumi dalam wakti 8 menit. Sementara CME adalah lontaran massa korona matahari. Jika diamati, CME seperti letupan yang menyembur dari matahari.

Bagaimana memperkirakan terjadinya badai matahari tersebut? Dijabarkan pada halaman 8, aktivitas matahari dapat diukur dari kemunculan sunspot atau bintik hitam di permukaan matahari. Semakin banyak sunspot berarti makin tinggilah aktivitas matahari. Peningkatan itu membentuk siklus yang rata-rata muncul setiap 11 tahun sekali.

Pada 2012 kebetulan matahari sedang mengalami puncak siklusnya yang ke-24. Itu berarti, flare atau CME, seperti halnya siklus-siklus terdahulu, diperkirakan akan banyak terjadi. Hanya saja teknologi yang ada saat ini belum mampu memastikan kapan waktu persisnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: