The Great Queen Seo Deok

1 Januari 2010 pukul 7:43 AM | Ditulis dalam movie | 1 Komentar
Tag:

Epidode 48

Deokman akhirnya menyerahkan diri ke istana, Mi Sil dan Mi Saeng kaget dengan kedatangan Deokman. Mi Sil yang tadinya ingin membunuh Deokman, membatalkan niatnya. Mi Sil tidak mau terburu-buru dan memilih menyusun strategi baru untuk menunda menghukum Deokman, karena Kim Chun Chu masih hidup dan belum ditemukan. Mi Sil tidak ingin rencananya berantakan, dia berpura-pura mendukung Deokman. Sementara itu King Jinpyeong yang kondisinya sakit-sakitan, berada dalam tekanan Mi Sil. Membuat Deokman tidak bisa tinggal diam. Dia berusaha menyalamatkan kaisar dan berhasil. Mi Sil merasa kesal karena Deokman berhasil menyelamatkan King Jinpyeong.

Episode 49

Mi Sil akhirnya marah besar. Dia mengeluarkan busur dan panah dan mengarahkannya pada Deokman. Begitu ujung panah menancap di dada Deokman, seisi istatna kaget, terutama Maya yang tidak ingin terjadi apa-apa pada putrinya. Berkat pisau yang diberikan King Jinpyeong, nyawa Deokman bisa terselamatkan. Sementara itu, Bidam akhirnya dipercaya Deokman untuk melaksanakan tugas penting yaitu mencari surat yang dapat menjatuhkan kekuasaan Mi Sil. Pencarian yang dilakukan Bidam sungguh diluar dugaan, dia berhasil menemukan surat itu dan begitu membacanya, dia sangat syok. Deokman mulai curiga karena Bidam mengaku tidak menemukan surat itu. Sementara Mi Saeng dan petinggi kerajaan mempertanyakan kenapa Mi Sil memperlakukan Bidam secara istimewa. Mi Sil pun akhirnya mengakui kalau Bidam itu anaknya.

Episode 50

Bidam masih menutup rapat-rapat rahasia surat itu pada Deokman. Sementara itu Deokman dan Mi Sil bertemu empat mata membicarakan kelangsungan kerajaan, Deokman menawarkan beberapa kerjasama kepada Mi Sil. Selesai pertemuan Bidam meminta ijin untuk menemui Mi Sil. Bidam mengatakan pada Mi Sil untu menyetujui usulan Deokman, Bidam berjanji tidak akan membocorkan rahasia surat itu pada Deokman. Mi Sil masih heran karean Bidam justru berusaha menutupi fakta sebenarnya. Karena terharu melihat pengorbanan Bidam, Mi Sil pun meneteskan air mata sambil megusap muka Bidam.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Waah/….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: